SEKILAS INFO
: - Minggu, 01-11-2020
  • 5 bulan yang lalu / Jaga Jarak, Selalu Mencuci Tangan, dan Gunakan Masker Saat Keluar rumah
  • 5 bulan yang lalu / Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum”
  • 2 tahun yang lalu / Sebaik-baik Kamu adalah orang yang Belajar dan mengajarkan Al-Qur’an (H.R.Bukhari dan Muslim)
Rihlah dan Dakwah Diwahana Kuta Malaka

Rihlah (Arab : الرحلة‎, arti literal “Perjalanan”). Rihlah (perjalanan) dalam hal menuntult ilmu tentu sangat dianjurkan dalam agama dan kita semua sepakat. Maka dalam hal ini Pengurus dan staf pengajar ustadz ustadzah melakukan rihlah bersama ke waterboom Kuta Malaka Aceh Besar. Tujuan kita kesana selain berdakwah juga memberikan nuansa islami di tempat wisata terkenal di Aceh Besar tersebut, sekaligus menghilangkan penat setelah usai pembagian raport.

Kegiatan yang kita lakukan diantara :

  1. Menyusun program tahunan pelajaran baru
  2. Memberikan tausiyiah agama kepada para pengunjung wahana
  3. Bermain game Islami

Kegiatan awal kita tentu pembukaan dengan mengumandangkan bacaan ayat suci Al-Qur’an, dan ini dilakukan dipanggung utama yang biasa digunakan untuk hiburan (bernyanyi) di tempat wahana tersebut. Dilanjutkan dengan Tausyiah oleh Da’i Perkotaan Ust. Rustandi, S.Pd.I yang sekaligus juga merupakan pembina di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baitul Musyahadah. Adapun tema yang disampaikan saat itu “Nada dan Dakwah”. Dalam ceramahnya sang Ust. Menjelaskan tentang pentingnya Bertamasya dalam sudut pandang islam selama membawa manfaat bagi manusia atau alam tersebut, selain itu juga ust. membahas tentang adab-adab dalam bertamasya. Sesekali Ust. Rustandi,S.Pd.I juga menyanyikan lagu karya-karya bung Roma Irama. Iringan musikpun menambah suasana semakin asyik. tentu lagu-lagunya dipilih sesuai dengan tema.

Tak disangka ternyata kegiatan kita menarik perhatian para pengunjung dan mendapatkan apresiasi dari pengelola wahana. “kami sangat terhibur dan serasa mendapatkan ilmu baru, karena selama ini belum ada yang mengintegrasikan dakwah dengan nada sekaligus memberikan pembelajaran didalamnya”. ujar sang manajer wahana yang tak mau disebutkan namanya tersebut. “selama ini panggung hanya di gunakan sebagai sarana menyalurkan lagu-lagu saja”.

Sebelumnya kami bernegosiasi dengan pengelola wahana tentang izin penggunaan panggung dan seluruh alat musiknya yang akan digunakan selama kurang lebih 45 menit. Setelah kami menyodorkan agenda kegiatannya, ternyata pengelola wahana menyambut dengan baik acara kami. Alhamdulillah

Setelah Nada dan Dakwah selesai kami melanjutkan agenda lainnya dengan merancang dan merumuskan konsep-konsep pembelajaran untuk santri di tahun pelajaran baru. Tidak ketinggalan pula di sela-sela tersebut di isi dengan Games menarik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

Perpanjangan Mengaji di Rumah

Lomba Sayembara Kreativitas Anak Muslim 2020

Pembagian Raport 2018/2019