SEKILAS INFO
: - Kamis, 22-10-2020
  • 4 bulan yang lalu / Jaga Jarak, Selalu Mencuci Tangan, dan Gunakan Masker Saat Keluar rumah
  • 5 bulan yang lalu / Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum”
  • 2 tahun yang lalu / Sebaik-baik Kamu adalah orang yang Belajar dan mengajarkan Al-Qur’an (H.R.Bukhari dan Muslim)
Sejarah TPQ Baitul Musyahadah

TPQ Baitul Musyahadah adalah lembaga pendidikan otonom dibawah bimbingan Remaja Mesjid Baitul Musyahadah. Lembaga ini terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Ta’limul Quran Lil Aulad (TQA), dan Ta’limul Qur’an Lisy Syabab (TQS). TPQ Baitul Musyahadah diresmikan pada tanggal 01 Januari 1993. Jauh sebelum lembaga ini hadir, sudah ada pengajian malam di Mushalla Al-Ikhlas yang merupakan cikal bakal berdirinya Masjid dan TPQ Baitul Musyahadah.

Pengajian di Mushalla Al-ikhlas sendiri sudah dimulai sejak tahun 1980-an. Anak-anak yang mengaji di mushalla kecil ini dari waktu ke waktu semakin bertambah. Sehingga tidak mungkin menampung ramainya anak yang ingin mengaji. Hingga akhirnya muncul ide untuk membangun sebuh Masjid yang menggabungkan 5 desa di kecamatan Banda Raya kota Banda Aceh.
Ketika Masjid selesai dibangun, pengajian malampun dipindah ke sore hari dan masih dengan nama yang sama “Al-Ikhlas”. Santri pertama pengajian ini kala itu berjumlah 45 orang. Kian hari, anak-anak yang mendaftar semakin ramai. Maka, dibukalah pendaftaran penerimaan santri dan ustadz. Kala itu banyak remaja yang mendaftarkan dirinya menjadi ustadz dengan sukarelawan dan tanpa digaji. Pendaftaan untuk anak-anak mengajipun dibuka sepanjang tahun tanpa ada batas waktu penutupan. Hal ini demi untuk menampung sebanyak-banyaknya anak-anak untuk mengaji. Maka tidaklah mengherankan jikalau pengajian ini saat masa awalnya dulu mampu menampung lebih dari 900 santri. Disamping karena letaknya meliputi 5 Desa, pengajian di mesjidpun belum bayak muncul saat itu. Hanya beberapa Masjid yang membuka pengajian di sore hari.

Setelah itu, Masjid Al-Iklas berubah namanya menjadi Masjid Baitul Musyahadah. Perubahan nama ini diresmikan oleh Gubernur Aceh Prof.Dr.H.Syamsuddin Mahmud pada Senin 9 Jumadil Awal 1414 H atau bertepatan pada 25 Oktober 1993. Bukti peresmian itu diukir dalam satu prasasti yang dipajang di salah satu dinding Masjid bernama “Piagam Baitul Musyahadah”. Karena nama Masjid sudah berubah, maka nama TPQ pun ikut berubah. Maka hingga kini TPQ Baitul Musyahadah dikenal dengan nama yag sesuai dengan nama mesjidnya yaitu TPQ Baitul Musyahadah (TPQ-BM). Taman Pendidikan Al-Qur’an ini telah dipimpin oleh beberapa direktur, diantaranya:

Dalam rangka pendataan dan peta perkembangan Unit TKQ/TPQ/TQA dan seiring dengan dinamika pertumbunhan dan perkembangan Unit TKQ/TPQ/TQA di Provinsi Aceh maka dipandang perlu adanya sistem pembinaan dan pengembangan yang kondusif, Maka Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid (LPPTKA–BKPRMI) Aceh mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 21.A/SK-PKU/LW.01/NAD/X/2002 tertanggal 07 Oktober 2002 tentang pengesahan nomor unit 010 untuk TKQ-TPQ-TQA Baitul Musyahadah dalam daerah LPPTKA Banda Aceh, dengan adanya surat ini menjadi suatu payung hukum bagi TPQ Baitul Musyahadah.
Saat ini TPQ Baitul Musyahadah sudah memiliki struktur kepengurusan yang sudah jauh lebih baik. Jika pada tahun-tahun awal hanya ada direktur, sekretaris dan bendahara, maka seirng berjalannya waktu dan regenerasi yang terjadi, TPQ Baitul Musyahadah jika dilihat dari susunan kepengurusannya memilki beberapa Kaur (Kepala Urusan) terdiri dari 5 unit yaitu Kepala Urusan Kurikulum, Kepala Urusan Ustadz dan Ustadzah, Kepala Urusan Kesantrian, Kepala Urusan Depot Iqra dan Baju Wisuda serta Kepala Urusan Syi’ar dan Donatur, semua ini dikepalai oleh satu orang direktur. (susunan kepengurusan terlampir).

Taman Pendidikan Al-Qur’an Baitul Musyahadah juga memiliki POS (persatuan orang tua santri), dimana POS berfungsi sebagai wadah konsultasi antara pengurus TPQ dan Pembina TPQ sebagai bagian untuk pengembangan dan kemajun santri baik secara moril maupun materil.
Dalam setahun, TPQ Baitul Musyahadah menerima 2 kali pendaftaran santri baru. Yaitu di awal tahun ajaran baru dan pada tengah semester. Mulai tahun ini juga, TPQ Baitul Musyahadah telah membuka pengajian kepada Wali Santri yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

Perpanjangan Mengaji di Rumah

Lomba Sayembara Kreativitas Anak Muslim 2020

Pembagian Raport 2018/2019